Senin, 05 Oktober 2015

[Review] Diviortiare, Twivortiare & Twivortiare 2 : Ika Natassa

Ben
Alex

2 nama di atas yang menjadi tokoh center dalam 3 buku sekaligus-Divortiare, Twivortiare dan Twivortiare 2. Sepasang suami istri yang sempat bercerai ini, so far adalah pasangan favorit Saya di dunia fiktif karya Ika Natassa.

Si dokter spesialis bedah jantung yang lempeng, Ben.
Si bankir yang modis dan shopaholic, Alex.

Pengenalan tokoh Ben dan Alex dimulai pada Divortiare. Sesuai judul bukunya yang mengandung kata divorce, pada buku divortiare menceritakan bagaimana Ben dan Alex setelah perceraian. Flashback ke masa-masa bagaimana cara mereka bertemu, saling mengenal, menikah dan berpisah.

Pada Twivortiare, cerita disuguhkan dari sisi Alex melalui cuitannya via social media 140 karakter. Yap, twitter. Membaca twivortiare, serasa sosok Alex ini nyata adanya di sekitar Saya, karena Saya bisa membaca apa yang ada dipikiran Alex dan apa yang dilakukannya sehari-hari. Di buku kedua ini menceritakan bagaimana akhirnya Ben dan Alex kembali bersama melalui pernikahan kedua mereka, setelah beberapa tahun bercerai. Disini mereka lebih saling menghargai satu sama lain. Namun tetap ada satu yang tidak berubah, Ben masih lempeng. Hehehehe. Bedanya, Alex sudah tidak mempermasalahkan kelempengan Ben ini. Alex sudah lebih paham akan Ben. Kelempengan Ben bukan masalah besar, dibandingkan ketidakhadiran Ben.

Buku ketiga Alex dan Ben series, twivortiare 2 masih dari sisi twitter Alex. Konflik pada buku ini adalah keinginan Alex, Ben dan keluarga besar mereka akan kehadiran seorang anak yang akan menjadi cucu pertama dari pihak keluarga Ben, juga menjadi cucu pertama dari pihak keluarga Alex. Gini nih nasib sama-sama menjadi anak tunggal di sebuah keluarga yang menikahi anak tunggal lagi. Sebentar-sebentar ditanya mengenai anak. Arisan keluarga yang ditanya anak. Idul fitri yang ditanya anak. Idul adha, tahun baru, kumpul keluarga? Alex sampe kesel sendiri ditanyain anak melulu. Padahal, bukan mereka tidak berusaha, memang belum diberi kepercayaan saja untuk dihadirkan seorang anak. Akhir dari buku ini tentu saja sudah bisa ditebak, Alex dan Ben juga Arga-anak laki-laki pertama mereka yang melengkapi cerita. Happy ending~

Bagian delusionalnya aja yang sad ending. Hehehee. Karena, Ben-nya Saya masih dimana ini? Belum juga ngasih kabar :(