Senin, 19 Oktober 2015

[Review] The Martian

Karena Kevin di rumah, ketinggalan liburan sekeluarga, judul filmnya Home Alone.  Mungkin akan berjudul Mars Alone kalau Kevin ketinggalannya di planet Mars. Apasih jeen. garing banget! :/

Yang ingin Saya tonjolkan disini adalah perasaan antara Kevin (dalam film Home Alone) dan Mark Watney (dalam film The Martian) kurang lebih akan sama, efek ketinggalan rombongan besar.

Ares 3 adalah nama sebuah tim ekspedisi ke Mars yang beranggotakan 5 orang, salah satunya yaitu Mark Watney. Saat pendaratan di Mars, Ares 3 dihantam badai, sehingga ekspedisi dibatalkan dan Watney dinyatakan hilang karena tim ekspedisi kehilangan sinyal yang di pasang di baju astronaut Watney. Kabar meninggalnya Watney pun sudah disiarkan pihak NASA ke seantero jagat raya. Ternyata keesokan harinya, Watney bangkit dari tumpukan pasir, masih dalam keadaan hidup. Apa banget kan ini? Ketinggalan di planet Mars. Poor Watney

Selanjutnya menggambarkan semangat Watney dalam mempertahankan kehidupannya di planet yang dihuni satu-satunya manusia. Fortunately, Watney adalah seorang ahli botani di bumi. Sehingga, Watney bisa menerapkan ilmu botaninya di Mars. Watney melakukan cocok tanam, membuat air melalui reaksi oksigen dan hidrogen, memanajemen persediaan makanan setidaknya sampai ekspedisi Ares 4 tiba, dan itu 5 tahun lagi. Semua hal tersebut Watney lakukan dengan kemampuan dalam bidang Sains.

Setiap harinya yang dideskripsikan dengan satuan sol di Mars, Watney selalu menjadi pribadi yang optimis. Menyibukkan diri dengan berbagai cara, salah satunya mencari cara agar bisa menghubungi orang-orang di bumi dan memberi kode bahwa Watney masih bertahan di planet merah tersebut. Sampai akhirnya, cara tersebut didapat via instrumen usang sisa ekspedisi Ares sebelumnya, Ares 2. Komunikasi berjalan lancar, sinkronitas dua ilmuwan. Watney berpikir dan berharap semoga orang di bumi berpikir seperti apa yang dia pikirkan. Begitu pun sebaliknya.

Tetapi, insiden tidak bisa dielakkan. Lahan pribadi Watney di Mars meledak dan Watney kehilangan hampir seluruh cadangan makanannya. Kebayang kan bagaimana ketika persediaan hidupmu tidak mencukupi sampai sampai hari penyelamatan nyawamu? Saya sih paling sudah kehilangan semangat. Tetapi tidak untuk Watney.

Badan sudah babak belur, daging tinggal tulang, kulit sudah mengelupas. Watney menunggu hari penjemputan itu tiba. Dan, apakah NASA berhasil menyelamatkan Watney? Atau Tim Ares 3 kembali ke Mars untuk menyelamatkan Watney? Sila menyaksikkan sendiri. Review dari Saya cukup sampai disini. Hehehe

In my sotoy opinion, hal positif yang ingin disampaikan oleh film The Martian ini adalah bahwa kita tidak seharusnya pantang menyerah dalam segala situasi, walau situasi terburuk sekali pun. Kurang buruk apa coba itu ketinggalan di planet Mars sendirian? Kita tetap harus optimis, dengan melakukan segala cara yang kita mampu untuk tetap bertahan, in good way tentunya

8 dari 10 untuk The Martian. Recomended buat out spaces lovers dan scientist, sebagai tontonan yang menghibur dan menerapkan banyak ilmu sains.