Sayonara Asisten Pribadi

Desember 20, 2015

Di jaman serba digital seperti sekarang ini, segala macam catatan penting disimpan dalam sebuah alat yang disebut "Gawai" adalah cara paling sederhana dan cepat yang saya lakukan, terutama karena waktu yang saya habiskan adalah di jalan. Dengan fungsi seperti itu, saya memberi julukan pada ponsel dengan sebutan asisten pribadi. Berlebihan? Tak apa.

Ketika asisten pribadi saya hilang, yang saya rasakan adalah mati gaya. Catatan dengan customer online shop, bukti transfer donasi, rekening-rekening yang sering keluar masuk, mobile banking, dan ratu dari semuanya adalah foto dan bahan tulisan saya. Sedih!

Ah sudahlah, tidak baik bila terus-terusan fokus pada apa yang hilang. Sekarang ganti fokus pada apa yang saya dapat dari kehilangan tersebut. Kehilangan ponsel itu seperti kehilangan mantan, pasti akan digantikan dengan yang lebih baik. Tinggal menunggu waktu yang tepat dan beradaptasi lagi. Hehehe. Tetep yaaa kata mantan dibawa-bawa.

Kejadian tempo hari cukup dijadikan pengingat bahwa mulai dari sekarang dan kedepannya saya memang harus lebih berhati-hati dan teliti. Back up phone dan pencatatan ganda (digital dan analog) secara rutin akan mulai saya lakukan (LAGI). Pengalaman adalah guru terbaik. Bukan hanya pengalaman pribadi, pun pengalaman orang lain selalu kita bisa serap sari positif dan negatifnya. Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian.

Cipanas,
20 Desember 2015
Air dari langit hari ini terlalu tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi. Apakah kesetaraan terjadi juga pada rasa?


You Might Also Like

0 komentar