Minggu, 06 November 2016

[Review] Intro Doctor "Sherlock" Strange

Anggota baru Marvel Cinematic Universe (MCU) ini bernama........ Doctor Stephen Vincent Strange yang diperankan oleh the one and only Benedict Cumberbatch dengan panggilan sayang Ben. Segala ada panggilan sayang?

Pertama kali sok kenal dengan Ben ketika memerankan Sherlock. Saya memang suka Sherlock, dan lebih suka lagi ketika Sherlock diperankan oleh Ben. Such a perfect actor for modern Sherlock who used smartphone with an unperfect apple.

Sama sekali buta dengan sosok Doctor Strange. Iseng nyari tau dan baca komiknya, tapi iseng dibatalkan. Jadul banget lah komik tahun 1960an. Modal pengetahuan nol aja menyoal Doctor Strange. Sekalian menjadi pembuktikan sejauh apa saya bisa menikmati filmnya. Apakah berhasil membuat saya terlelap tidur di hampir setengah film seperti film Marvel sebelumnya? (baca: Captain America Civil War). Mentang-mentang saya timnya Iron Man.

Release date film Doctor Strange di Negeri Paman Sam sana tanggal 04 November 2016. Entah kenapa Indonesia sering kebagian early premiere film Hollywood, alhasil mulai tanggal 26 Oktober 2016 saya sudah bisa menikmati film Doctor Strange. Tiket sudah dipesan dari tanggal 24 Oktober 2016 demi mendapatkan best seat. Semacam obsesi setelah Sherlock Abominable Bride, dan sebelum Sherlock season 4. Bolos les pula :p.

Siapa sih Doctor Strange ini?

source : cinemags.id
Di awal film, scene dimulai dengan latar rumah sakit tempat sosok Stephen Strange sebagai manusia biasa bekerja, yang adalah seorang neurosurgeon kelas wahid di dunia. Briliant, super jenius, terampil, kaya tapi sombong dan arogannya gak ketulungan. Di rumah sakit ini, dikenalkan pula Christine Palmer, partner Stephen Strange dalam berdebat soal dunia, kedokteran dan kehidupan.

+1 buat pemeran Christine Palmer. Kenapa? Rachel Mc Adams loh, pemeran Irene Adler di Sherlock movie. Pasangannya Sherlock versi Robert Downey Jr yang saya harapkan jadi Irene Adler juga di Sherlock series BBC, tapi bukan. Memang yaa Ben sama Rachel Mc Adams ini kudu banget dijadiin satu film. Gagal di Sherlock, berhasil di film lain. Yayy!

Suatu kecelakaan lalu lintas membuat Stephen Strange kehilangan keterampilannya dalam mengendalikan pisau bedah, otomatis merusak karirnya di dunia kedokteran yang sangat dicintainya. Segala macam operasi sudah Stephen lakukan demi mengembalikan performa kedua tangannya, tapi nihil, tangannya tidak bisa lagi senormal dulu. Bagaimana akan berhasil melakukan operasi lagi, bahkan untuk memegang pisau bedah aja tangannya sudah bergetar.

Stephen teringat seseorang--salah satu pasien yang pernah ia tolak--karena secara medis orang tersebut sudah tidak bisa diselamatkan. Tetapi, orang yang dulunya lumpuh itu sekarang sehat, bugar dan normal. Stephen mencarinya dan menanyakan padanya bagaimana cara ia menjadi normal kembali? Jawaban The Ancient One dan Kamar-Taj Stephen dapatkan dan ia terbang ke Himalaya dengan harta terakhirnya untuk mencari pengobatan tersebut. Tidak hanya menjadikan Stephen sembuh secara fisik, Kamar-Taj yang mulanya Stephen sepelekan ternyata menjadikan Stephen seorang Sorcerer Supreme, gelar untuk praktisi dan ilmu sihir terbaik di dunia.

Sehebat apa kekuatan Doctor Strange?

Sorcerer Supreme, penyihir terbaik, penjelajah ruang metafisik dan dimensi lain, pembuka jendela di luar bumi dan angkasa. Untungnya Doctor Strange baik, jika saja menjadi jahat, ia akan menjadi jahat sejahat-jahatnya jahat.

Salah satu "dimensi lain" di sini adalah mirror dimension. Wah, mantap ini CGI Doctor Strange. Dunia tidak hanya diputar satu balik. Dunia diputar bolak-balik. Sudah tidak bisa dibedakan lagi mana atas, bawah, kanan, kiri. Saya tidak sanggup jika harus menonton di bioskop dengan efek 3D. Bisa-bisa jackpot setelah selesai nonton.

Ketika membayangkan penyihir, yang terlintas di benak saya adalah seorang dengan jubah hitam menjuntai, tongkat sihir dan mantra-mantra yang diucapkan. Akan menjadi kurang epic, jika di tengah pertarungan Doctor Strange dan musuhnya disisipkan ucapan mantra, untungnya tidak, keburu diserang duluan nanti sama musuh. Hehehe. Di film perdana ini musuh Doctor Strange adalah Kaecilius, murid The Ancient One yang menginginkan ilmu lebih dan Dormammu, makhluk dari Dark Dimension.
source : Rania Fardyani Facebook

Agamotto, pertama kali Doctor Strange temukan di perpustakaan Kamar-Taj tempat Doctor Strange belajar mantra. Dengan Agamotto Doctor Strange bisa memanipulasi waktu. Ada scene dimana Doctor Strange berulang-ulang melawan Dormammu sampai Dormammu jenuh sendiri, Doctor Strange gak mati-mati dan balik lagi dengan pertanyaan yang sama. Dormammu bosen. Agamotto ini sepertinya merupakan salah satu dari infinity stone dengan kekuatan the time stone.

Cloak of levitation, memilih Doctor Strange sebagai tuannya di tengah pertarungan melawan Kaecilius. Jubah berwarna merah yang nyeleneh, yang gak mau diatur, tapi menolong di saat-saat tepat.

Dimana Doctor Strange tinggal?

Ketika masih menjadi manusia biasa dengan profesi dokter, Doctor Strange tinggal di apartemen di kota New York dan rumah sakit di kota yang sama. Ketika masa penyembuhan dan belajar ilmu sihir, Doctor Strange tinggal di Kamar-Taj, Himalaya, Tibet. Ketika telah menjadi Sorcerer Supreme, Doctor Strange tinggal di Sanctum Sanctorum.

source : marvel
Di salah satu kuil di film Doctor Strange, ada kuil dengan 3 jendela. Jendela paling kiri memperlihatkan hutan, jendela tengah menggambarkan pegunungan salju dan jendela paling kanan menunjukkan padang pasir. Seru kali yaah, punya 3 jendela ini di rumah. Mau main di mana tinggal lompat ke salah satu jendela. Hehehe

Rating.....?

Kali ini pemberian rating agak kompleks. Segala genre ada. Mulai dari :
*Romance, dengan porsi yang pas ala-ala bestfriend yang selanjutnya berlanjut ke you-know-what antara Strange-Palmer (atau Palmer-Strange?). Romance tanpa kissing scene. Romance tetep dapet kok feel-nya.

*Bromance, walaupun di film perdana Doctor Strange dikenalkan Strange dan Mordo bersahabat baik. Tapi, saya prefer ke Strange-Wong. Secara Wong penjaga perpustakaan. Dasar kuli kardus.

*Music, disebutkan Adele, Bono, Eminem, Beyonce. Emang di tahun Wong lahir udah ada lagu single ladies. Segala di playlist-nya Wong ada lagu Beyonce. Pengetahuan lagu Doctor Strange tahun 1970an juga oke punya. Sorry, i can't mention what that song is. Saya hanya ingat tahunnya saja 70an.

*Science-Fiction, jelas lah yaa neurosurgeon belajar ilmu metafisik. Paralel world, singularity. Saya kira Ben sedang salah naskah, yang ia baca malahan naskah Imitation Game.

*Komedi, entah selera humor saya yang emang aneh atau memang banyak scene yang menghibur. Ditambah kelempengan muka Ben ditandem sama Wong, serasa pengen bilang "coba lagi yaaa Bang!"

*Adventure, London, Hongkong, New York, Nepal, Kathmandu . Musim salju, gurun pasir, hutan, lautan, kemacetan kota dan pedagang kaki lima ikut ambil bagian di scene film ini.

*Horror, dengan adanya makhluk dari dark dimension semacam Dormammu. Kalo nakutin anak kecil mungkin masih ada efeknya.

*Thriller, berasa dikejar-kejar waktu nih nonton. 2 jam berasa cepet pake banget. Boleh minta tambahan jam gak? 

Jadi genrenya apa yaah?
Saya sebut ini Ben's genre *big smile*. He's too perfect as an actor. Kali ini saya menganggap Sherlock sedang melakukan penyamaran menjadi superhero.

Ratingnya?
11 dari 10. Berlebihan!

Kapan Indonesia bisa bikin film Sci-fi yah?

Sabtu, 08 Oktober 2016

[Review] Shinya Shokudo, Featured Dish For Life

The misty white breath you exhale is slowly riding in the wind. And little by little vanishing inside the clouds up in the sky. From up above the sky, the white clouds reach out to you. And drink the white breath you exhale. They continue to float away. Seems just like a memory long past. Clouds floating above the surface.

Dibuka dengan nada Omoide-nya Suzuki Tsunekichi dan latar suasana malam di jalanan Jepang, membuat mood saya naik untuk melanjutkan nonton Shinya Shokudo. Rasanya seperti dibawa flashback, favorit banget yaa berbau-bau nostalgia. Omoide sendiri artinya Memories. Eargasm!

Suasana Malam Opening Song
 Shinya Shokudo berarti Midnight Restaurant. Sesuai judulnya, dorama Jepang yang diambil dari serial manga ini bercerita tentang sebuah restoran di Jepang yang buka mulai dari tengah malam sampai jam 7 pagi. Menu dari kertas yang sudah menguning terpampang di dinding. Masakan yang disajikan seorang koki dengan panggilan Master ini relatif sederhana. Saking sederhananya, beberapa menu yang ditampilkan di season 1 jadi inspirasi saya buat masak ala anak kosan. Hehehe.

"As the day comes to an end and people make their way home, my own day begins. Menu is all there. The possibility of getting served anything else as long as it's possible, my business model. How is business doing? Well enough I'd say " - Master

Cerita pembuka season 1 adalah Red Wiener & Tamagoyaki. Pemesan Red Wiener dengan sajian dibentuk octopus ini adalah seorang yakuza dan pemesan Tamagoyaki adalah laki-laki "cantik" pemilik bar. Ditambah seorang dancer wanita pemesan Tarako dengan sajian medium rare. Tidak hanya di episode 1, hampir di setiap episode, setiap makanan yang pelanggan pesan berbeda dan mempunyai cerita tersendiri yang tentu saja mereka simpan sendiri. Everyone keeps some kind of special memory buried down their soul.

 Shinya Shokudo sendiri berbentuk 1 ruangan dengan dapur tempat Master memainkan kreatifitasnya dan meja letter U yang cukup sekitar 9 orang dewasa jika duduk penuh. Semacam kedai Mang Uri jaman saya duduk di senior vocational high school dulu. Flashback dulu ke Mang Uri. Mang Uri ini terletak di Jalan Ciheuleut-Pakuan dengan waktu buka 24 jam. Mang Uri adalah penolong anak kosan kelaparan yang menulis lapsus--laporan khusus praktikum--sampai tengah malam atau lewat tengah malam. Makanan yang Mang Uri sajikan hanya mie rebus berbagai rasa, mie goreng, bubur kacang hijau dan ketan hitam. Jika di Shinya Shokudo pengunjung selalu minum sake, di Mang Uri pelanggan tentu saja ngemil gorengan. Indonesia banget kaaan? Cara memasak mie rebus ala Mang Uri dan istrinya ini cukup unik mendekati membahayakan jiwa dan raga sang konsumen. Tapi nagih. Haha. Hayo, anak kosan sekitaran Ciheuleut-Pakuan mana yang belum pernah mampir ke Mang Uri? Gak lulus jadi anak kosan yaa. Sayangnya, Mang Uri sekarang udah gak ada di tempatnya dulu. Mereka sekeluarga sudah reurbanisasi ke kampung halaman. Sempet terakhir makan di sana, Mang Uri dan istrinya pamit setelah sekitar 20 tahun tidak pernah pindah.

Master di Shinya Shokudo selain sebagai koki juga merangkap pendengar setia para pelanggannya. Master sudah hapal betul apa-apa saja sajian favorit para konsumen dan kebiasaannya. Master sangat disukai oleh semua tamu karena perhatiannya. Bentuk perhatian Master diutarakan dalam bentuk nasihat, makanan spesial dan jika mampu, Master membantu memecahkan permasalahan pelanggannya.

Beberapa masakan sederhana Jepang juga dikenalkan di sini. Ada Tamagoyaki, telur dadar dengan penggorengan segi empat. Tarako, sejenis telur ikan mentah yang diasinkan. Ochazuke, nasi kuah ocha dengan toping ikan. Nekomanma, nasi kucing ala Jepang, nasi ditambah parutan ikan kering dan kecap asin. Katsudon, nasi dengan toping yang digoreng. Yakisoba, mie tekteknya Jepang. Mackarel. Ramen. Butter Rice. Karage. Nikogori. Tuna Mayo dan masih banyak lagi nih pokonya makanan Jepang semua. Yang lebih menarik lagi, di setiap akhir episode ada tutorial singkat masakan-masakan yang jadi penguat tema setiap episode. The simple dishes that served emphasize a lot to the theme that this dorama brought. Whatever fate leads you, whatever it leads your life to. From your childhood to yout adulthood. It is wherever fate leads you to, indeed.

Rating 9 dari 10 buat dorama yang mengusung tema food dan humanity drama ini. Recomended for people who enjoy food, philosophy, existensial literature and warm--often gently--melancholic atmosphere.

Master with His P(a)lace

Minggu, 29 Mei 2016

[Review] The Last King of Scotland

Ter-James McAvoy membuat Saya penasaran tentang film-film yang membesarkan namanya. Salah satunya adalah film The Last King of Scotland yang membawa James McAvoy sebagai aktor terbaik pada BAFTA award tahun 2006/2007. Film ini menceritakan tentang perjalanan James McAvoy sebagai Nicholas Garrigan-seorang dokter muda berkebangsaan Skotlandia-yang merasa hidupnya terlalu biasa saja berada di zona nyaman di negaranya. Kemudian memutuskan berpetualang ke Uganda yang dipilihnya secara random dengan memutar-mutar globe. Diawali dengan menjadi dokter di klinik misionaris Uganda. Berlanjut menjadi dokter pribadi sekaligus penasihat Idi Amin, presiden Uganda kala itu.

Selama berada di sisi presiden, dr. Garrigan secara perlahan mengetahui kediktatoran dan kekejaman masa pemerintahannya. Membunuh siapa saja yang bersebrangan. Bukan hanya dari segelintir kelompok oposisi, tetapi juga dari kalangan para menteri tanpa sembunyi-sembunyi dan tanpa diadili. Entah seperti apa hukum di Uganda pada masa itu. Ironis, pada awalnya dr. Garrigan merasa Amin adalah sosok presiden yang dicintai rakyat dan bisa membebaskan Uganda dari keburukan yang dilakukan presiden sebelumnya. Ketika dr. Garrigan semakin merasa ada yang tidak beres-melayani pemimpin diktator brutal-dan meminta pulang ke Skotlandia, Amin melarangnya, bahkan mencuri paspor Skotlandia dr. Garrigan dan menggantinya dengan paspor Uganda. dr. Garrigan meminta pertolongan kepada seorang intelijen yang malah meminta dr. Garrigan membunuh Amin. Intelijen merasa dr. Garrigan adalah orang paling tepat untuk menusuk Amin dari dalam.

Perjalanan dr. Garrigan semakin kompleks ketika ia menjalin hubungan asmara dengan Kay, salah satu istri Amin. Mereka bertemu ketika salah satu anak Amin mengalami epilepsi dan ditolong oleh dr. Garrigan. Hubungan terlarang antara Kay dan dr. Garrigan diketahui oleh Amin yang membuat Kay berakhir dengan potongan tubuh dimutilasi oleh Amin. Sedangkan dr. Garrigan disiksa dengan cara digantung secara sadis. Entah itu kawat atau besi untuk menggantung, dikaitkan langsung di dada menembus rusuk dr. Garrigan setelah ia babak belur dipukuli oleh anak buah Amin. Kejadian ini terjadi di rumah sakit, disaksikan oleh Thomas Junju, dokter asli Uganda. dr. Garrigan diselamatkan oleh dr. Junju dan kabur bersama sandera yang dibebaskan Amin. dr. Junju mengesampingkan keselamatannya ketika membebaskan dr. Garrigan. dr. Junju berharap, ketika dr. Garrigan pulang ke negaranya, ia harus membeberkan kekejaman Amin dan membuka mata dunia. Dunia akan percaya, karena dr. Garrigan adalah bangsa kulit putih.

Idi Amin adalah tokoh nyata yang pernah benar-benar ada. Amin menjabat presiden Uganda dari tahun 1971 sampai tahun 1979. Sejarah mencatat pada masa kekuasaan Amin, sekitar 300.000 penduduk Uganda dibunuh dan dianiaya. Beberapa sumber menuliskan bahwa rezim Amin adalah rezim terburuk dan memusingkan banyak kalangan. Rezimnya membawa Uganda mengalami krisis ekonomi parah. Padahal, Uganda merupakan salah satu negeri tersubur di Afrika. Akibat sistem transportasi yang buruk, hasil pertanian yang melimpah untuk didstribusikan ke kota dan diekspor malah tertahan di desa. Dari 298 alat transportasi fasilitas pemerintah, hanya 11 saja yang dijalankan. Amin mempunyai 4 orang istri dan 34 orang anak.

dr. Garrigan adalah tokoh fiktif. Penulis The King of Scotland, memadukan fakta dan fiktif secara luar biasa. Yang saya sayangkan, mengapa karakter dr. Garrigan harus penyuka istri orang. Pertama, istri dari dr. David Merrit bernama Sarah. Kedua, istri Idi Amin bernama Kay. Ah, mungkin penulis ingin menggambarkan bahwa selera dr. Garrigan adalah wanita matang yang dewasa. Cocok lah dengan selera saya yang suka pria mature. Hahaha.

Menyaksikan kekejaman Amin sepanjang film, mengingatkan saya akan film G30S PKI. 8 dari 10 rating dari saya untuk film campuran fiktif dan fakta ini. Recomended untuk ditonton bagi kalian penyuka sejarah sekaligus drama. Hanya siap-siap saja ketika menonton nanti, telinga kurang dimanjakan dengan alunan musik. Film ini hampir tidak ada music scorenya. Musik yang ada hanya musik khas Afrika pada adegan pesta.
dr. Garrigan, Presiden Amin dan Beberapa Ajudan

Sabtu, 21 Mei 2016

Eksplorasi Balai Kirti

Kebangkitan Nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang salah satunya ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. 108 tahun sudah berlalu, semoga semangat kebangkitan ini masih terpatri di hati pemuda-pemudi Indonesia.

Sebagai salah satu cara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di tahun 2016 ini, Sajubu berkolaborasi bersama Terminal Hujan dan Beasiswa Alumni SMAKBo mengadakan event mengunjungi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang berlokasi di kawasan Istana Kepresidenan Bogor. Untuk sedikit informasi, nama Kirti ini diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti kemasyhuran.

Balai Kirti diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2014 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Museum ini didirikan di tanah seluas kurang lebih 3211,6 meter persegi, sebagai penghargaan atas karya dan prestasi dari presiden pertama sampai dengan keenam dalam membangun Indonesia. Dengan desain sedemikian rupa, semangat para presiden yang telah membangun dan berjasa bagi Indonesia dapat diresapi kehadirannya.

Ketika memasuki Balai Kirti di lantai pertama, pengunjung disambut oleh lambang negara Indonesia. Burung Garuda dengan gagahnya bertengger di pintu masuk, diapit oleh teks Proklamasi di sebelah kiri dan teks Pancasila di sebelah kanan. Ke arah kanan dari pintu masuk terpampang jelas teks pembukaan Undang Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia. Agak ke dalam, patung 6 presiden Republik Indonesia berdiri dengan gaya khasnya masing-masing. Ukuran patung ini sebesar 1,5 kali ukuran asli para presiden.

Garuda diapit oleh teks Proklamasi dan Pancasila

 
Teks Pembukaan UUD 1945
Patung Presiden Terdahulu dengan Gaya Khas Masing-masing
Ruang museum lantai dua memamerkan barang-barang memorabilia pribadi milik para presiden terdahulu. Setiap presiden, masing-masing memiliki satu ruangan. Mulai dari pakaian lengkap dengan atributnya, yang biasa digunakan para presiden dalam menerima tamu kenegaraan, jam tangan kesayangan, kacamata yang digunakan, sampai foto-foto bersejarah dapat dilihat di lantai dua ini. Setiap ruangan dilengkapi foto dan quotes dari masing-masing presiden.


Soekarno :
"Jas Merah. Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah"

Soeharto :
"Hanya sebutir pasir yang dapat kami beri untuk memperkokoh pondasi negara republik proklamasi"

B.J. Habibie :
"Indonesia harus mengandalkan pada sumberdaya manusia yang berbudaya, merdeka, bebas, produktif dan berdayasaing tinggi"

K.H. Abdurrahman Wahid :
"Tidak ada kekuasaan yan layak dipertahankan dengan pertumpahan darah"

Megawati Soekarnoputri :
"Bendera telah aku kibarkan, pantang surut langkahku walau tinggal sendirian"

Susilo Bambang Yudhoyono :
"Kekuasaan itu menggoda, gunakan dengan penuh amanah untuk kepentingan bangsa"
 
Perpustakaan Kepresidenan
Di lantai dua juga terdapat ruang perpustakaan, surganya para pembaca buku. Buku-buku di ruang ini adalah buku koleksi pribadi para presiden. Pada kesempatan kali ini, rombongan Kami mendapatkan kesempatan emas untuk memasuki ruang perpustakaan dan berlama-lama menelisik koleksi buku apa saja yang ada di sana. Ruang perpustakaan saya nobatkan sebagai ruangan terfavorit se-Balai Kirti. Hehehe

Koleksi Buku Perpustakaan Kepresidenan

Koleksi Buku Rak Soekarno

Kak Novita dengan Buku Indonesia Optimis

Kakak dari We Love Bogor asyik membaca



Minggu, 24 April 2016

Galohgor Herbs

Pernah mendengar salah satu jenis makanan dengan nama "Galohgor"? Jika sudah, selamat. Kamu lebih beruntung daripada Saya yang baru mengetahui sekaligus mencicipi makanan tradisional ini. Hari Jumat lalu, di sela-sela jam istirahat makan siang, Saya menyempatkan menjenguk rekan kerja yang baru melahirkan anak keduanya. Sambil membicarakan detail bagaimana proses kelahiran putri rekan kerja Saya, Saya disuguhi berbagai cemilan. Dan yang membuat Saya tertarik adalah pada jenis makanan yang bernama Galohgor. Ini adalah kali pertama Saya mencicipi makanan jenis ini. Rasanya dominan pahit kaya hidup, dan Saya langsung suka, sampai-sampai tidak menolak ketika ditawari untuk membungkusnya. Hehehe. Thank you partner!

Mengenal lebih jauh tentang Galohgor, ternyata makanan ini sudah cukup familiar di beberapa rekan kerja lainnya. Biasanya Galohgor menjadi salah satu varian cemilan dalam acara pengajian di beberapa daerah Bogor. Duh, Saya merasa jadi makhluk gak gaul segajat raya deh, masa baru kenalan sama si Galohgor yang termasuk ke dalam jenis jamu kering ini.

Bahan Jamu Indonesia
Sumber : Forum Detik

Menurut info yang Saya dapatkan dari beberapa orang teman, Galohgor terbuat dari berbagai jenis dedaunan yang dikeringkan lalu ditumbuk hingga halus. Daun katuk dan daun pepaya adalah daun yang sering digunakan dalam pembuatan Galohgor. Dilihat dari komposisinya, pantas saja Galohgor cocok menjadi cemilan ibu-ibu nifas. Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid, Asam Amino dan berbagai senyawa esensial lainnya yang kaya terkandung dalam daun katuk, bermanfaat untuk memperlancar ASI ibu yang sedang menyusui. Memakan Galohgor adalah cara alternatif mengkonsumsi dedaunan. Entah Nyonya Meneer yang berdiri sejak 1919 atau siapa pun itu yang menciptakan Galohgor, kalian keren loh, sungguh.

Bila negeri tirai bambu mempunyai obat Cina tradisionalnya, maka Indonesia punya jamu yang gak kalah berkhasiatnya.


Minggu, 20 Maret 2016

[Review] Allegiant

Sudah dipastikan genre saya dalam film adalah : sad & tragic ending. Kenapa? Karena happy ending sudah terlalu mainstream 
Ketika membaca Allegiant dan mendapatkan si tokoh utama mati. Wih, excited banget buat nonton ketika buku ini akan difilmkan nantinya. Lebih ke penasaran bagaimana cara si sutradara mematikan si tokoh utama dalam film aja sih. Di Allegiant versi film, ternyata tim belum seberani di buku membiarkan pasangan si tokoh utama move on.
Allegiant dalam film : happy ending!
7 dari 10 buat Allegiant.

Kamis, 25 Februari 2016

12345

Aku 1
Gelak tawa semakin kencang
1 tidak dihiraukan

Aku 2
Saling sapa semakin menjadi
2 terlewatkan

Aku 3
Nyinyiran dimulai
3 terdiskreditkan

Aku 4
Suara mahal remedial
4 tidak ada

Aku 5
Menjadi buih
5 hilang perlahan

Jumat, 29 Januari 2016

Meramu Permen & Jamu

Yang manis terkadang menyakitkan. Coklat, permen, dalam kurun waktu tertentu akan mengendap dan buat sakit gigi. Glukosa itu semu. Dopamine hanya sementara memberikan ketenangan dan kesenangan.

Yang pahit kadang menguatkan. Jamu misalnya. Bila dikonsumsi dalam porsi yang pas dibarengi dengan konsumsi air putih, jamu memberikan efek bagus pada kesehatan di kemudian hari. Satu hal yang perlu diingat adalah tentang "komposisi yang pas". Bila hanya jamu yang diminum, salah satu organ tubuh akan bekerja lebih berat dan bisa jadi dalam akumulasi waktu tertentu akan mengalami kerusakan.

Sudah dapatkan esensinya?
Mana yang akan dipilih?
Saya pilih keduanya, karena hidup adalah tentang keseimbangan

Minggu, 03 Januari 2016

[Review] Sherlock Gets Inceptioned

Happy new year, happy starwars and happy SHERLOCK (capslock jebol). Penantian 2 tahun ini terbayar dengan christmas episode of Sherlock dengan judul "The Abominable Bride". Sherlock di era victoria? Not bad at all. He is badass of the year. Masih awal tahun, saya sudah sembarangan main penobatan saja. Hehehe

Plot dari masa satu ke masa lainnya. Diawali masa grim london tahun 1890, ke masa sekarang dimana sherlock sedang di pesawat jet menuju pengasingan, lalu ke masa victoria lagi, terus ke masa sekarang lagi, serasa nonton Christopher Nolan's inception. Apalagi ada scene dimana Sherlock harus mencari cara untuk bangun dari mimpinya itu. Ah iya sampai lupa, saya abaikan pengantin ala-ala insidious-nya, padahal inti ceritanya kan dia. Sorry Emilia Ricoletti! Fokus saya masih ke Sherlock!

Duet script writers, "moftiss", Steven Moffat & Mark Gatiss (Pemeran Mycroft) sungguh jenius. Bagi penggemar Sherlock BBC ini pasti paham jokes yang dibawakan. Sepanjang series tayang, saya pun tak ada jeda dibuat terpingkal-pingkal dengan percakapan antara Sherlock dan Watson. Suka ih sama percakapan British gini, seksi.

Di episode terakhir season 3, muncul Moriarty dengan "Do you miss me"-nya. Saya pun berasumsi Moriarty akan dihidupkan lagi di season berikutnya. Di bonus series ini, Moftiss memberikan storyline tentang musuh abadi Sherlock ini, tapi dalam bentuk halusinasi. Hmmm. Menarik. Semakin menjadi teka-teki, apakah Moriarty sudah benar-benar mati atau masih hidup? Ah Who knows, Moftiss memang selalu memberikan kejutan untuk penggemarnya dalam porsi yang pas.

All in all, wonderful episode confuses being unexpected with being clever. And Benedict Cumberbatch as Sherlock is sexy as always ❤❤❤
sumber : metro.co.uk