Sabtu, 29 Desember 2012

Habibie & Ainun

Sedikit jadi tahu tentang kehidupan Pa Habibie & Bu Ainun di negeri orang. Perjuangannya... dari nol. Sama-sama, susah senang benar-benar dinikmati berdua. Cinta yang manunggal. Habibie untuk Ainun dan Ainun untuk Habibie...

kata-kata Habibie buat Ainun yang gue rasa paling ngena 
 "Setiap terowongan pasti memiliki ujungnya. Setiap ujungnya pasti ada cahaya. Saya janji akan membawamu ke cahaya itu"
menjanjikan harapan. Harapan Habibie buat Ainun, begitu juga harapan buat jalan hidup gue... 

potongan puisi yang ada di buku Habibie & Ainun. Ga tau yang nulisnya siapa. Ini copas dari fb nya Darwis Tere Liye...

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….