Kamis, 24 September 2015

[Review] Everest

Hai pendaki gunung, Everest adalah salah satu film yang Saya rekomendasikan untuk kalian tonton. Tidak hanya sekedar mengeksplor keindahan alam selama perjalanan, tetapi juga mengedukasi segala jenis resiko selama pendakian berlangsung. Mulai dari human error sampai sifat alam yang mempunyai aturannya sendiri. Apalagi ada scene singkat dimana salah satu peran utamanya, Rob Hall, memunguti sampah. Kharismatik sekali Bapak satu ini.

Cerita dimulai dengan perkenalan singkat para tokoh beserta sedikit sifat dan egonya masing-masing dalam ambisinya menggapai puncak Everest. Juga pengenalan beberapa travel agent seperti Adventure Consultant, yang merupakan travel agent pertama yang mulai mengkomersilkan pendakian Everest, dengan leadernya Rob Hall, yang juga menjadi salah satu center pada film ini.

Segala persiapan sudah direncanakan dengan matang. Gear keren yang bikin ngiler, skill pendaki yang sudah tidak perlu diragukan lagi, bahkan ada 1 orang wanita Jepang yang udah 6 summit. Salut! Pemantauan kesehatan selama aklimatisasi oleh dokter pribadi, perkiraan cuaca, time management, perhitungan kebutuhan oksigen beserta cadangan-cadangannya, pembagian tugas pemandu untuk memperbaiki fasilitas keselamatan yang rusak, tidak ketinggalan teknologi canggih juga jadi pendukung pendakian Everest ini.

Tapi, sematang apa pun persiapan yang sudah manusia atur, alam mempunyai aturannya sendiri. Aturan Tuhan yang mampu mengubah petualangan menjadi tragedi.

Film biografi dibumbui thriller ini tidak kalah menegangkan dengan film sebelah yang memiliki scene kejar-kejaran dengan zombie di padang pasir. Kali ini lain, lawannya adalah keganasan alam dan bagaimana mengerikannya degradasi fisik serta mental yang dialami pendaki selama di Everest. Mulai dari aklimatisasi, hari H pendakian puncak Everest, hingga usaha untuk turun gunung dengan selamat dan pulang kepada pelukan keluarga di rumah. Walau tidak sedikit yang akhirnya benar-benar "pulang".

Senin, 14 September 2015

[Review] Maze Runner : The Scorch Trials

Tokoh utama masih tetap Thomas (fokus Saya pada Minho :p). Keluar dari labirin yang diceritakan di film pertama, di film kedua ini Thomas and the gank masih harus lari-larian juga. Saya yakin Thomas lelah, karena Saya juga lelah nontonnya. Apalagi ada scene dimana terjadi kejar-kejaran sama zombie. Ini maze runner kan bukan walking dead or something?? Kejar-kejarannya di gurun pasir pula~

Thomas, Minho, Newt, Teresa dan dua orang lagi yang tidak Saya hapal namanya diselamatkan oleh Janson-masih dari WICKED. Mereka diberi makan dan tempat tinggal hingga mereka merasa aman. Sampai, muncul seorang bernama Aris yang menunjukkan pada Thomas bahwa ada sesuatu tidak beres dengan segerombolan orang-orang terpilih yang dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dan tidak pernah kembali, Teresa termasuk salah satunya.

Ketika Thomas dan Aris berhasil menyelinap ke dalam ruangan tersebut, mereka menyaksikan percakapan Ava dan Janson, yang intinya Ava merasa kecewa karena Janson belum berhasil menemukan bibit unggul untuk diekstrak darahnya, yang katanya akan bisa dijadikan penawar. Serem juga manusia diekstrak diambik sarinya :(

Thomas dkk memutuskan untuk kabur dari markas Janson menuju ke pegunungan untuk mencari Right Arm, yang kabarnya bisa menyelamatkan manusia dari kejahatan WICKED. Proses pelarian Thomas ini tentu saja breathtaking luar biasa. Kejar-kejaran dengan zombie bukan lah hal yang enak untuk dibayangkan, tapi entertaining untuk ditonton. hehehe

Selain zombie, Thomas and friends harus melewati badai petir, sampai mereka tiba di markas Jorge dan Brenda. Selanjutnya, Jorge dan Brenda ikut bersama Thomas untuk melanjutkan mencari Right Arm. Dengan kehadiran sosok Brenda, Saya sudah mencium bau-bau orang ketiga diantara Thomas dan Teresa. Dan ternyata...... jreng jreng jreng. Bagian ini tidak akan Saya ceritakan :p. Saya terlalu sedih melihat Minho berhasil ditangkap WICKED.

Sengaja banget yang bikin cerita, biar di sekuelnya terjadi penyelamatan Minho oleh Thomas. Karena Thomas memiliki level solidaritas yang sangat tinggi. Mana mungkin tega ninggalin Minho di tangan WICKED.

Ada 2 orang pemain Game Of Thrones di film ini. Janson dan Newt. Penting banget ini infonya buat penikmat GOT juga. Qeqeqe

Overall, 8 dari 10 untuk Maze Runner : The Scorch Trials. Saya tidak mau membaca bukunya. Cukup Saya tunggu saja film ketiganya :)

Minggu, 13 September 2015

[Review] Negeri Para Bedebah : Tere Liye

Buku ini menceritakan pelarian Thomas, pewaris dari kerajaan Bank Semesta beserta carut marutnya. Pewaris? Tunggu! Pewaris tidak tertulis, tepatnya. Thomas membenci Om Liem, pemilik Bank Semesta sekaligus adik dari Edward-ayah Thomas yang Thomas anggap sebagai penyebab meninggal orang tuanya 20 tahun silam karena keserakahan dalam bisnis.

Walaupun Thomas membenci Om Liem, Thomas-yang juga diceritakan sebagai ahli keuangan peofesional, bersedia memutar otak, mengorbankan waktu dan tenaga untuk menyelamatkan Bank Semesta milik Om Liem ini. Proses penyelamatan Bank Semesta terjadi selama 3 hari saja. Selama kurang lebih 72 jam tersebut, Thomas memainkan bidak-bidak caturnya. Dimulai dari memanipulasi media, dengan dalih efek sistemis ekonomi bila sebuah bank ditutup. Berlanjut ke upaya pengelabuan nilai kerugian Bank Semesta hingga layak diselamatkan oleh bank sentral. Kemudian menghasut secara halus menteri perekonomian kala itu. Terakhir, merayu putra mahkota dari sebuah partai yang sangat menentukan pemerintahan.

Di hari terakhir, semua bidak catur Thomas memainkan peran sesuai keinginan Thomas. Bank Semesta tidak jadi dinyatakan bail out, dan mendapatkan bantuan dari bank sentral. Tentu saja, tidak lepas pula dari bantuan sahabat-sahabat Thomas dari klub petarung rahasianya. Juga dibumbui pengkhianatan dan balas dendam dari sosok masa lalu yang sampai saat kejadian ini terjadi, masih saja dibutakan oleh harta.

Membaca fiksi Tere Liye ini mengingatkan Saya akan kejadian di kehidupan nyata akan bangkrutnya sebuah bank yang melibatkan banyak pihak di jajaran pemerintah. Apa memang benar seperti itu kah dunia politik di negeri ini? Lalu bagaimana akhir penyelesaiannya? Sampai beritanya tidak terdengar lagi, Saya belum mendapatkan jawabannya.

Fiksi Negeri Para Bedebah dengan latar waktu yang hanya 3 hari ini cukup menegangkan. Banyak cerita kejar-kejaran yang selalu mendapatkan bantuan di saat-saat terakhir dari orang-orang tidak terduga, membuat Saya yang membaca merasakan ketegangan yang sama. hahaaha. Berlebihan! Tapi, memang begitu lah kenyataannnya.

Alur yang disampaikan maju dan mundur. Disela-sela pelarian Thomas, diselingi kisah-kisah dari masa lalu Thomas yang di dominasi oleh cerita Opa Thomas tentang perjalanannya dulu melewati Lautan Pasifik sampai mendarat di Sunda Kelapa.

Saya rasa, genre seperti ini lah yang sangat cocok untuk Tere Liye. Fiksi mengandung unsur politik dan agak-agak thriller.

8 dari 10 untuk buku Negeri Para Bedebah ini. Saya masukkan ke dalam daftar buku yang Saya rekomendasikan untuk dibaca. Fiksi yang sangat menambah wawasan :)